“Kenapa nggak ngelamar di nomor-satu aja?” “Oh, karena berada di nomor-dua itu jadi semangat mengejar nomor-satu. Kalau udah nomor-satu, mau mengejar siapa lagi? Hehehe…” Aha! Jawaban langsung kuutarakan karena pertanyaan itu sudah kuantisipasi sebelumnya. Hanya tidak k[...]